[SHARE] Mencari dan Memilih Pasangan Hidup

Langsung re-share aja ya saya, ini saya dapatkan dari khotbah Ibu Lidia Tien Soedirgo bulan Mei 2012 lalu :)

Amsal 18:22

Siapa yang mendapat isteri, mendapatkan sesuatu yang baik, dan ia dikenan Tuhan.

 

Amsal 19:14

Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan.

 

Tujuan Allah dalam pernikahan dapat dipahami sepenuhnya ketika manusia menemukan seorang sahabat dan pasangan yang sejati dalam satu destiny yang sama. Contoh dalam alkitab: Adam. Pada mulanya ia diciptakan seorang diri. Allah tidak langsung menciptakan pasangan untuk Adam. Adam diberi tugas dulu untuk dikerjakan dengan sebaik-baiknya, baru kemudian dia diberi pasangan yaitu Hawa sebagai penolong yang sepadan.

Syarat:

·         Sudah dewasa, sudah siap masuk pernikahan

·         Jangan memilih berdasarkan selera jasmani

·         Jangan memilih berdasarkan pertimbangan manusiawi

 

Kecantikan dan ketampanan rohani:

·         Mazmur 128:1

Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukan-Nya!

Ayat ini menunjukkan inner beauty itu muncul kalau orang tersebut takut akan Tuhan.

·         Amsal 12:4

Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Amsal 31:10

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Ayat ini menunjukkan inner beauty itu muncul pada orang yang cakap, yaitu yang terus belajar dan meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki.

·         Amsal 19:14

Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetap isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan.

Ayat ini menunjukkan inner beauty itu muncul pada orang yang berakal budi dan berhikmat.

·         1 Petrus 3:4

Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Ayat ini menunjukkan inner beauty itu muncul pada orang yang lemah lembut dan tentram.

Pasangan alkitabiah:

·         Adam dan Hawa. Mereka dipertemukan oleh Tuhan sendiri. Adam sedang hidup dalam destiny yang ditetapkan Tuhan dalam hidupnya. Ini prinsip yang penting. Setelah kita menemukan panggilan Tuhan atas hidup kita, maka Tuhan akan melengkapi dengan pasangan yang sepadan untuk dapat menyelesaikan panggilan/destiny itu sampai garis akhir.

·         Ishak dan Ribka. Mereka dipertemukan oleh Eliezer. Pembantu Abraham yang diberi kepercayaan untuk mencari dan menemukan seorang calon istri untuk Ishak. Tidak perlu merasa malu jika pertemuan sepasang pria dan wanita terjadi karena ada ‘bantuan’ dari orang lain. Tuhan dapat memakai cara tersebut dengan syarat yang menjadi ‘Eliezer’ itu adalah orang yang bijaksana, berhikmat, dan melangkah dengan doa dan petunjuk Firman Tuhan.

·         Yakub dan Rahel. Mereka bertemu, saling tertarik dan jatuh cinta. Banyak orang menemukan pasangannya dengan cara seperti ini: mereka tidak mempunyai pertimbangan-pertimbangan dengan akal sehat tetapi hati sudah langsung hanyut dengan perasaan asmaranya, sehingga saat masuk dalam pernikahan, banyak hal yang mengejutkan bagi kedua pihak. Kemudian mereka sadar sudah salah pilih, kecewa satu sama lain. Apa boleh buat, sudah terlanjur menikah.

Jika kedua pihak meresponi keadaan ini dengan sikap yang negatif, makan terjadilah perceraian. Banyak orang muda memulai pranikah karena faktor psikologis yang mendominasi mereka seperti dalam cerita-cerita roman, sehingga di dalam mengambil keputusan tidak dengan akal sehat, tidak dalam pimpinan Tuhan. Hindari alternatif ini karena harga yang harus dibayar cukup mahal, seumur hidup.

·         Boas dan Rut. Mereka adalah gambaran dari pasangan yang bertemu dengan cara yang alami. Kemudian timbul rasa kagum. Hubungan Boas dan Rut melibatkan Naomi sebagai gambaran dari orang tua atau pemimpin rohani sejak awal hubungan mereka, sehingga hubungan mereka ada di dalam ‘cover’ atau ‘tudung’.

Manfaat yang diperoleh:

·         Memberikan rasa aman, baik untuk pasangan maupun keluarganya.

·         Pihak pria menjadi orang yang bertanggung jawab dan pihak wanita tidak begitu saja dapat dirugikan.

·         Hubungan yang dibangun akan tumbuh dengan sehat. Terhindar dari pelecehan seksual.

·         Ada keberanian untuk terbuka satu terhadap yang lain.

·         Keluarga dapat mempersiapkan diri untuk menerima kehadiran anggota baru.

Pasangan-pasangan yang hidup dalam kehendak dan rencana Tuhan akan melahirkan keturunan ilahi yang membawa kegerakan dan lawatan Tuhan buat lingkungan, kota, wilayah, dan sebagainya.

Membangun hubungan pranikah yang sehat:

·         Komunikasi: tumbuh bersama, belajar bersama untuk menjadi lebih dewasa.

·         Menyesuaikan nilai-nilai kehidupan.

·         Merencanakan pendapatan dan mengatur pengeluaran.

·         Menentukan tempat tinggal dan rencana memiliki anak.

·         Jangan terlibat dalam seks pranikah !!!

Menanggulangi rencana yang kandas

Patah hati terjadi karena bermacam-macam alasan:

·         Tidak disetujui orang tua

·         Salah satu meninggal dunia

·         Salah satu memilih untuk melanjutkan hubungan dengan orang lain

Penyebabnya:

·         Terlanjur menggantungkan harapan tentang masa depan dengan kekasihnya

·         Terlanjur menjadikan pasangannya sebagai pendamping kehidupan

·         Terlanjur terjalinnya ikatan batin dan emosional

Semua hal di atas dapat menyebabkan hati yang terluka, dan butuh waktu untuk mengalami kesembuhan. Ada orang-orang yang tetap tinggal dalam luka batinnya dan tidak punya semangat untuk bangkit. Hal ini merugikan diri sendiri. Belajarlah untuk melupakan masa lalu dan memandang ke depan.

Beberapa hal yang baik untuk direnungkan:

·         Masa depan kita ada di tangan Tuhan

·         Keputusan saat ini (dalam bertindak) akan menentukan masa depan: ayo bersikap positif

·         Lebih baik sakit hati sekarang tapi hanya sesaat dari pada sakit hati seumur hidup

Pemutusan hubungan yang dapat dibenarkan:

·         Berpasangan dengan orang yang tidak seiman

·         Berpasangan dengan orang yang tidak seimbang

·         Berpasangan dengan orang yang tidak disetujui

Jalan pemulihan:

·         Melepaskan pengampinan

·         Fokuskan hidup dalam rencana tuhan

·         Bentuk kebiasaan-kebiasaan baru

·         Lakukan pentahiran hati (butuh waktu). Jangan cepat-cepat membina hubungan cinta yang baru sebelum hati kita benar-benar sembuh dari luka yang lama.

·         Bergaul dengan banyak teman, baik yang lama maupun yang baru.

Dan biarlah nampak sebuah realita Kristus dalam suatu hubungan pernikahan, yaitu KEDEWASAAN ROHANI.

About these ads

3 thoughts on “[SHARE] Mencari dan Memilih Pasangan Hidup

Komen donk :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s