[SHARE] Ciri-ciri Orang Berhikmat (Tidak Sekedar Pintar ^^)

After a long hiatus, thanks GOD saya bisa kembali post artikel baru lagi ^^

Nah saya mau ajukan pertanyaan simpel: lebih baik jadi orang pintar, atau jadi orang berhikmat? Ayo dijawab dulu dalam hati, hehehe.

Saya pernah dapat pertanyaan serupa dari mama saya tercinta, dan saya bingung, kok kesannya pintar dan berhikmat tuh sama saja. Dan mama saya bilang (monggo buat teman-teman visitor boleh mengoreksi), kesamaan antara kedua tipe orang tersebut adalah mereka sama-sama mau melatih diri.

Tapi perbedaannya adalah:
-orang pintar itu mengutamakan kecerdasan otak (dalam hal berhitung, berpikir cepat, pengetahuan umum, dan sejenisnya) dalam bertindak,
-orang berhikmat itu mengutamakan prinsip yang benar, sopan santun, pengalaman dan akal budi dalam bertindak.

Nah jadi teman-teman sudah tahu kan perbedaannya? Oleh karena itu, sesuai judul artikel ini yang bertema Ciri-ciri Orang Berhikmat, kita mau sadari betul kalau orang pintar belum tentu berhikmat, tapi orang berhikmat pasti pintar.

Coba deh kita check out poin-poin di bawah ini ->

Orang berhikmat akan:

- Berpikir panjang sebelum bertindak

Pada umumnya secara manusiawi kita sering buru-buru mengambil tindakan tanpa berpikir matang-matang tentang akibat dari tindakan tersebut.

Oleh karena itu, orang berhikmat pasti akan berpikir panjang sebelum bertindak (contoh: apakah langkah ini benar secara hukum?, dsb.)

- Memandang jauh ke depan sebelum bertindak

Orang berhikmat tidak akan memandang hari ini lagi senang atau niat jadi kita bisa dengan mudah memutuskan sesuatu, tanpa memikirkan kemungkinan terburuknya jika kita mengalami masalah yang disebabkan karena keputusan “dadakan” tersebut. Pertanyaan yang akan muncul dari dalam sanubarinya adalah : “Apakah pilihan ini memiliki prospek bagus ke depannya?”

- Selalu memikirkan perasaan orang lain

Orang berhikmat tidak akan egois; dia akan selalu memikirkan dampak tindakannya bagi orang lain: Apakah keputusan ini akan menyakiti orang lain?

- Tidak mudah terbujuk dengan desakan orang lain

Orang berhikmat akan memiliki integritas: tetap konsisten mempertahankan nilai-nilai yang baik walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya; tak mungkin mudah terbujuk oleh desakan orang lain.

Mungkin Anda penasaran, bagaimana sih caranya jadi orang berhikmat?

Perhatikan syarat-syaratnya berikut ini ^^

- Selalu belajar menguasai diri

Amsal 16:32 mengatakan : “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Dari kutipan di atas kita melihat orang yahng mampu menguasai diri melebihi seorang pahlawan, oleh karena itu belajarlah untuk dapat mengontrol emosi kita. Jangan lupa belajarlah untuk konsisten dalam menekuni sesuatu dan hiduplah secara teratur.

- Memiliki kerinduan untuk memahami orang lain

Jangan menjadikan orang lain hanya untuk menuntut mereka menjalankan/memenuhi target sasaran kita, tetapi milikilah kerinduan untuk memahami kondisi mereka.

- Banyak belajar dari masalah dan kegagalan

Setiap orang akan menghadapi masalah dan kegagalan dalam hidup ini. Tidak ada hidup tanpa mereka, hidup bukanlah hidup tanpa masalah dan kegagalan. Setiap penyelesaian masalah selalu mengalami proses, ada yang pendek, ada yang sedang kadang-kadang prosesnya begitu lama. Kegagalan juga bukan suatu hal yang selamanya harus disesali saja, namun menjadi pelajaran bagi kita agar kita “tidak jatuh pada lubang yang sama”. Masalah juga bukanlah hambatan hidup, masalah adalah bagian dan realita dari hidup, bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi dan dijalani dengan kerelaan, kesabaran, keteguhan hati dengan hikmat dan dengan pertolongan Tuhan. Selain itu, setiap kali kita menghadapi masalah dan pergumulan seharusnya mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih kuat dan lebih bijaksana. Tanpa perubahan ke arah yang lebih baik sia-sialah pergumulan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

- Perlu terus berserah kepada Tuhan

Syarat terakhir untuk menjadi orang berhikmat yang satu ini jelas tidak boleh dilupakan, karena tidak ada orang berhikmat yang tidak mendasari kehidupannya dengan takut akan Tuhan.

Ingat dan renungkan ini: Anda akan melayani apa yang anda takuti! Jika Anda takut dengan Allah maka Anda akan melayani Allah. Jika Anda takut kepada manusia maka Anda akan melayani manusia. Nah, sekarang saatnya Anda harus memilih!

Sudah paham kan ciri-ciri dan cara-cara menjadi orang berhikmat? ^^

Tuhan memberkati kita semua :)

Source:

- Khotbah Gilbert Lumoindong di Hari Ini Harinya Tuhan Bagian Kedua

- http://bit.ly/I9cheM

About these ads

9 thoughts on “[SHARE] Ciri-ciri Orang Berhikmat (Tidak Sekedar Pintar ^^)

  1. ade says:

    trimakasih..atas sharenya.
    blh kah aq btanya ato bisakah Hikmat itu dkatakan suatu spontanitas (kuasa Tuhan) yg bkerja dlm diri kita shingga kita bs mmpergunakan kpintaran ato pengetahuan kita dlm mnyelesaikan sgala pmslhn yg kita hadapi? atokah itu mrupakan suatu kpintaran!
    trimakasih

  2. Jonny says:

    Urutannya:
    Dengarkan firman, terima firman, lakukan firman, Jadi disebut “wise” kemudian Dia yang memberi hikmat. Ingat, Tuhan hanya memberi hikmat kepada orang yang “wise man”. Jadi orang “bodoh” (orang yang tidak melakukan firman) jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan hikmat. Hikmat adalah dari Dia. Perikasa di Amsal, Daniel dan Efesus 1.

Komen donk :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s